Sabtu, 2 Maret 2030
Digendong Dulu
Bayi tidak pernah malu meminta. Ia merentangkan kedua tangannya, dan seisi rumah tahu artinya: minta gendong. Ia tidak membawa apa-apa. Tidak ada jasa, tidak ada prestasi. Modalnya hanya percaya bahwa tangan yang lebih besar akan menyambutnya.
Kemarin Yesus berbicara tentang ikatan suami istri yang dipersatukan Allah. Hari ini, masih dalam perjalanan yang sama, orang-orang membawa anak-anak kecil kepada-Nya. Para murid memarahi mereka. Yesus justru marah kepada para murid: biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku. Lalu Ia memeluk mereka satu per satu dan memberkati mereka.
Yakobus, yang kemarin meminta kita berkata ya dan tidak dengan lurus, hari ini menutup suratnya dengan doa. Yang menderita, berdoalah. Yang gembira, menyanyilah. Yang sakit, panggillah para penatua. Semuanya kembali ke sikap dasar yang sama: merentangkan tangan seperti bayi.
Kita sering datang kepada Tuhan sambil menenteng daftar prestasi. Padahal yang diminta hanya tangan kosong yang terbuka.
Hari ini, beranikah kita meminta tanpa merasa harus membayar?
Tuhan, jadikan aku kecil kembali di hadapan-Mu, dan gendonglah aku. Amin.