Selasa, 26 Februari 2030
Bukan karena Upah
Ada beda antara orang yang menjaga karena bayaran dan orang yang menjaga karena kasih. Penjaga bayaran menghitung jam, secukupnya saja, dan menghilang begitu tugas usai. Gembala yang mengasihi kawanannya tetap terjaga di malam badai, mencari satu domba yang hilang, tanpa lebih dulu bertanya berapa upahnya.
Bacaan pertama, dari surat Petrus, berbicara tepat tentang hal itu. Gembalakanlah kawanan domba Allah, tulisnya, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela; jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Dan jangan memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan.
Nasihat ini bukan hanya untuk uskup atau pastor. Setiap orang memegang sekawanan kecil: orang tua atas anak, atasan atas bawahan, guru atas murid, ketua atas warganya. Selalu ada godaan yang sama, yaitu memakai kepercayaan itu untuk kepentingan diri, atau memerintah demi merasa berkuasa.
Menariknya, nasihat ini keluar dari Petrus, orang yang kepadanya Yesus dalam Injil mempercayakan kunci Kerajaan. Kuasa terbesar yang pernah diberikan justru dibingkai sebagai pelayanan, bukan kekuasaan. Petrus tahu benar, sebab ia sendiri pernah ditegur ketika ingin Mesias yang gagah tanpa salib.
Kepemimpinan kristiani selalu berupa penggembalaan: menanggung, bukan ditanggung; melayani, bukan dilayani.
Kawanan kecil mana yang dipercayakan kepada kita, dan apakah kita menjaganya karena kasih atau sekadar karena kewajiban?
Tuhan, Gembala Agung, ajarilah aku menjaga yang Kaupercayakan padaku bukan demi untung atau kuasa, melainkan dengan kasih dan keteladanan. Amin.