‹ Semua renungan

Senin, 25 Februari 2030

Percaya yang Setengah

Sedikit orang berani mengaku bahwa imannya tidak utuh. Kita cenderung berpura-pura yakin sepenuhnya, seolah keraguan adalah aib yang harus disembunyikan dari Tuhan dan sesama. Padahal justru pengakuan yang jujur sering menjadi pintu bagi mukjizat.

Dalam Injil hari ini, seorang bapak membawa anaknya yang dikuasai roh sejak kecil. Ia sudah putus asa; murid-murid pun gagal menolong. Kepada Yesus ia berkata dengan nada ragu: jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami. Yesus menegur kata jika itu: tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Maka meledaklah pengakuan bapak itu, salah satu kalimat paling jujur dalam Injil: aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini.

Perhatikan, Yesus tidak menolak dia karena imannya setengah-setengah. Ia justru menyembuhkan anak itu. Rupanya Tuhan tidak menunggu iman kita sempurna dulu baru bertindak. Ia menerima iman yang masih bercampur ragu, asal iman itu jujur dan datang kepada-Nya.

Rasul Yakobus dalam bacaan pertama melukiskan hikmat dari atas: murni, pendamai, peramah, penuh belas kasihan. Bukan hikmat yang keras menuntut kesempurnaan, melainkan yang lembut merangkul kelemahan. Begitulah cara Yesus menyambut bapak tadi.

Kepada anak itu, Yesus kemudian berkata bahwa jenis ini hanya dapat diusir dengan doa. Bahkan iman yang setengah pun bertumbuh justru dalam doa.

Beranikah hari ini kita berkata jujur: aku percaya, tolonglah aku yang belum sepenuhnya percaya ini?

Tuhan, aku datang dengan iman yang belum utuh. Terimalah percayaku yang setengah, dan tolonglah bagian dalam diriku yang masih ragu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →