‹ Semua renungan

Rabu, 20 Februari 2030

Lupa Wajah Sendiri

Bercermin adalah pekerjaan yang sangat sebentar. Kita menatap wajah sendiri beberapa detik, membenahi rambut, lalu pergi. Anehnya, begitu berpaling, kita sudah lupa persis rupa yang tadi kita lihat. Cermin hanya berguna kalau yang kita lihat di sana mengubah sesuatu setelahnya.

Rasul Yakobus memakai gambar itu untuk menegur pendengar firman yang tidak berbuat. Orang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannya, katanya, seperti orang yang mengamati wajahnya di cermin lalu pergi dan segera lupa bagaimana rupanya. Firman yang hanya didengar menguap secepat bayangan di cermin. Firman baru mengubah hidup kalau menjadi perbuatan: mengunjungi yatim piatu dan janda dalam kesusahan, menjaga diri dari cemar dunia.

Injil hari ini menolong kita dengan gambar lain. Orang buta di Betsaida disembuhkan bertahap. Mula-mula ia melihat orang seperti pohon berjalan, kabur. Baru setelah Yesus menjamah untuk kedua kalinya, ia melihat segala sesuatu dengan jelas. Melihat dengan jernih ternyata sebuah proses, bukan sekali jadi.

Begitu pula menjadi pelaku firman. Kita jarang langsung berubah utuh; ada tahap-tahap, ada jamahan kedua yang perlu kita minta. Orang Jawa punya ungkapan halus untuk kesadaran diri ini, ngilo githoke dhewe, becermin pada tengkuk sendiri, melihat bagian diri yang tak pernah tampak oleh mata sendiri.

Hari ini, satu firman yang sudah sering kita dengar tetapi belum kita lakukan, apa itu?

Tuhan, jangan biarkan aku hanya bercermin lalu lupa. Jamah aku kedua kali, supaya aku melihat jelas dan berani melakukan firman-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →