‹ Semua renungan

Senin, 18 Februari 2030

Selalu Minta Bukti

Ada tipe orang yang tidak pernah cukup dengan janji. Sebelum percaya, ia menuntut bukti. Setelah bukti diberikan, ia menuntut jaminan. Setelah jaminan ada, ia mencari-cari celah untuk ragu lagi. Hidupnya melelahkan, sebab kepercayaan selalu ditunda menunggu satu syarat berikutnya.

Dalam Injil hari ini, orang Farisi datang meminta Yesus suatu tanda dari langit. Padahal mereka baru saja menyaksikan penyembuhan dan pemberian makan bagi ribuan orang. Bukan kekurangan bukti masalahnya. Yang mereka cari bukan kebenaran, melainkan alasan untuk tetap tidak percaya. Maka Yesus mengeluh dalam hati-Nya dan berkata: kepada angkatan ini tidak akan diberi tanda. Lalu Ia pergi.

Rasul Yakobus dalam bacaan pertama melukiskan batin orang seperti itu: ia seperti gelombang laut yang diombang-ambingkan angin, mendua hati, tidak tenang dalam hidupnya. Orang yang bimbang tak pernah berdiri di satu tempat cukup lama untuk merasakan bahwa Allah menopang.

Iman memang bukan menutup mata terhadap kenyataan. Tetapi iman juga bukan transaksi bukti yang tak habis-habisnya. Pada satu titik, percaya berarti berani melangkah tanpa lebih dulu memegang semua jaminan di tangan.

Yakobus menawarkan obatnya: mintalah hikmat kepada Allah dengan tidak bimbang, sebab Ia memberi dengan murah hati.

Hari ini, tanda apa lagi yang sebenarnya kita tunggu, padahal Tuhan sudah cukup banyak menunjukkan kesetiaan-Nya?

Tuhan, sembuhkan hatiku yang suka menuntut bukti. Beri aku keberanian percaya, sekalipun tak semua jaminan ada di tanganku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →