‹ Semua renungan

Kamis, 14 Februari 2030

Cukup Remah-Remah

Di bawah meja makan selalu ada dunia kecil dengan aturannya sendiri. Anjing peliharaan menunggu di situ, sabar, tahu diri. Ia tidak menuntut sepiring penuh. Ia cukup berharap pada remah yang sesekali jatuh, dan dari remah itu ia hidup serta tetap setia.

Injil hari ini membawa gambar itu ke dalam percakapan yang tajam. Seorang perempuan Siro-Fenisia, bukan orang Yahudi, memohon kesembuhan bagi anaknya. Yesus seolah menolak: tidak patut mengambil roti anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. Terdengar keras. Tetapi perempuan itu tidak tersinggung dan tidak mundur. Ia menjawab dengan iman yang cerdik: benar, Tuhan, tetapi anjing di bawah meja pun makan remah yang dijatuhkan anak-anak.

Yesus takjub. Karena kata-katamu itu, pergilah, setan sudah keluar dari anakmu. Perempuan asing itu tidak merasa berhak atas apa pun, maka justru ia menerima segalanya.

Hari ini Gereja mengenang Sirilus dan Metodius, dua bersaudara yang membawa Injil melintasi batas kepada bangsa-bangsa Slavia yang dianggap orang asing. Roti anak-anak ternyata memang disediakan juga bagi yang di bawah meja. Kabar keselamatan tidak pernah dimaksudkan berhenti di satu bangsa saja.

Maukah kita hari ini datang kepada Tuhan bukan sebagai orang yang menuntut haknya, melainkan sebagai orang yang cukup bersyukur atas remah kasih-Nya?

Tuhan, aku tak layak atas meja-Mu, tetapi satu remah kasih-Mu sudah cukup menghidupkan aku. Ajarilah aku iman yang rendah hati seperti perempuan itu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →