‹ Semua renungan

Rabu, 13 Februari 2030

Yang Keluar dari Dalam

Mata air yang keruh tidak bisa diperbaiki dengan menyaring alirannya di hilir. Berapa kali pun air itu ditampung dan disaring di bawah, ia tetap keluar kotor selama sumbernya di atas belum dibereskan. Yang menentukan bukan salurannya, melainkan mata airnya.

Kemarin Yesus menegur orang Farisi yang sibuk membasuh tangan tetapi lalai membasuh hati. Hari ini Ia melanjutkan dan menyebut sumbernya dengan terang: apa pun dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari dalam, itulah yang menajiskan. Dari hati orang, kata-Nya, timbul pikiran jahat, iri hati, kesombongan, dan seterusnya.

Ini membalik cara kita biasa berhati-hati. Kita sering repot menjaga apa yang masuk: makanan pantang, pergaulan tertentu, tontonan yang dihindari. Semua itu ada gunanya. Tetapi Yesus mengingatkan bahwa sumber pencemaran yang paling dalam justru ada di dalam, bukan di luar.

Bacaan pertama menampilkan ratu negeri Syeba yang datang dari jauh, tercengang melihat hikmat Salomo, dan berkata: setengahnya pun belum diceritakan kepadaku. Ia terpukau oleh yang tampak megah. Tetapi kita tahu kelanjutan kisah Salomo: hati yang kemudian menyimpang. Kemegahan luar tak menjamin kejernihan mata air di dalam.

Maka pekerjaan rohani yang sejati bukan sekadar menyaring yang masuk, melainkan membenahi sumbernya.

Hari ini, apa yang keluar dari mulut dan sikap kita, dan apa yang sedang keruh di mata air hati kita?

Tuhan, jernihkanlah sumber hatiku, supaya yang mengalir keluar dari hidupku tidak mencemari, melainkan menyegarkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →