‹ Semua renungan

Jumat, 1 Februari 2030

Tumbuh Selagi Tidur

Petani yang baru menabur benih tidak bisa berbuat banyak. Ia pulang, makan, lalu tidur. Malam berjalan, dan di dalam tanah yang gelap itu sesuatu bekerja tanpa dia. Pagi ia bangun, benih tetap terkubur. Berhari-hari seolah tidak terjadi apa-apa, padahal di bawah sana akar sudah menembus, tunas sudah mendorong.

Kemarin kita mendengar tentang pelita yang tidak untuk ditaruh di bawah gantang, dan tentang ukuran yang kita pakai akan dipakaikan kembali kepada kita. Hari ini Yesus melanjutkan dengan gambar benih: Kerajaan Allah tumbuh dengan sendirinya, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi mengeluarkan buah tanpa ditunggui.

Ada yang menenangkan di sana. Kita tidak menumbuhkan Kerajaan itu dengan otot kita. Kita hanya menabur, lalu memberi ruang bagi Allah untuk bekerja diam-diam.

Bandingkan dengan Daud dalam bacaan pertama. Ia tidak mau menunggu apa pun. Ia mengatur segala sesuatu dengan tangannya sendiri: mengambil Batsyeba, memanggil Uria, akhirnya menyuruh membunuhnya. Semua ia kerjakan cepat, rapi, terkendali. Dan justru yang ia tanam diam-diam itu tumbuh menjadi maut.

Dua benih ditabur dalam gelap. Yang satu dipercayakan kepada Allah, yang lain dipaksa oleh tangan sendiri.

Hari ini, mana yang sedang kita paksa tumbuh, padahal cukup kita percayakan?

Tuhan, ajarilah aku menabur lalu tidur dengan tenang, percaya bahwa Engkau yang menumbuhkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →