‹ Semua renungan

Senin, 21 Januari 2030

Lebih Baik Mendengar

Ada orang yang rajin memberi tetapi susah diajak bicara. Ia mengirim ini itu, hadir di banyak acara, tampak murah hati. Tetapi cobalah beri ia satu masukan sederhana, ia langsung tersinggung. Rupanya lebih mudah memberi barang daripada memberi telinga.

Raja Saul persis begitu. Diperintah Tuhan menumpas habis, ia menyisakan yang terbaik dengan alasan yang tampak saleh: untuk dipersembahkan sebagai korban. Kedengarannya rohani. Tetapi Samuel menjawab dengan kalimat yang menusuk: apakah TUHAN berkenan kepada korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara-Nya? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan.

Kita sering seperti Saul, sibuk melakukan banyak hal untuk Tuhan, asal jangan menyentuh satu hal yang sebenarnya Ia minta. Padahal ketaatan yang sederhana lebih Ia hargai daripada tumpukan kebaikan yang kita pilih sendiri.

Belum lama kita mendengar Yesus memanggil para nelayan meninggalkan jala untuk mengikuti Dia. Hari ini muncul pertanyaan mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa, dan Ia menjawab dengan gambar yang selaras: anggur baru tidak diisikan ke kantong kulit tua, sebab kantong itu akan pecah. Mengikuti Tuhan kadang menuntut kita mengganti kantong lama, cara berpikir dan kebiasaan yang sudah kaku, agar sanggup menampung hal baru yang Ia bawa.

Hari ini kita mengenang Santa Agnes, gadis belia yang memilih taat sampai mati daripada mengkhianati imannya. Ia tidak menawar. Barangkali hari ini Tuhan tidak meminta persembahan besar dari kita, melainkan satu telinga yang mau sungguh mendengar dan satu langkah taat yang selama ini kita hindari.

Tuhan, ampunilah aku yang lebih suka memberi banyak daripada taat pada satu hal yang Kauminta. Bukalah telingaku, sebab mendengarkan Engkau lebih baik dari segala persembahanku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →