‹ Semua renungan

Sabtu, 19 Januari 2030

Dipanggil di Meja Cukai

Kemarin kita mendengar orang lumpuh diampuni dan disembuhkan di depan mata para ahli Taurat. Hari ini Yesus melangkah lebih jauh lagi, dan itu makin membuat mereka gusar. Ia berjalan lewat rumah cukai, melihat Lewi si pemungut pajak, dan berkata cukup dua kata: ikutlah Aku.

Pemungut cukai di zaman itu dibenci. Mereka bekerja untuk penjajah, memeras bangsa sendiri, dan dianggap pengkhianat sekaligus pendosa. Tempat seperti meja cukai adalah tempat terakhir yang orang saleh mau singgahi. Justru di situ Yesus berhenti dan memanggil.

Yang lebih mengejutkan, Ia lalu duduk makan di rumah Lewi bersama banyak pemungut cukai dan orang berdosa. Ketika ditegur, jawaban-Nya menjadi salah satu kalimat paling melegakan dalam Injil: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Ini kabar baik bagi kita yang sering merasa terlalu kotor untuk didekati Tuhan. Ternyata Yesus tidak menunggu kita bersih dulu baru memanggil. Ia datang justru ke meja tempat kita malu, dan memanggil kita apa adanya. Perubahan datang sesudah perjumpaan, bukan menjadi syarat sebelumnya.

Bacaan pertama menunjukkan Allah yang sama memilih Saul, anak muda yang sedang mencari keledai ayahnya, untuk diurapi menjadi raja. Allah gemar memanggil orang di tengah urusan biasa mereka, bahkan di tempat yang paling tak terduga. Di meja mana Ia sedang memanggil kita hari ini?

Tuhan, terima kasih Engkau memanggil aku bukan ketika aku sudah bersih, melainkan justru di meja tempat aku malu. Bangkitkanlah aku untuk mengikuti Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →