Jumat, 18 Januari 2030
Membongkar Atap
Bayangkan pemilik rumah yang sedang penuh tamu, lalu tiba-tiba mendengar suara di atap. Genting digeser, kayu dibuka, debu berjatuhan, dan dari lubang itu diturunkan sebuah tikar berisi orang sakit. Repot, berantakan, tidak sopan. Tetapi begitulah cara empat orang membawa sahabat mereka kepada Yesus.
Kemarin kita mendengar bahwa Yesus tak lagi bisa masuk kota dengan leluasa, sebab kabar mukjizat-Nya tersiar ke mana-mana. Hari ini rumah di Kapernaum itu sesak sampai ke pintu. Jalan normal tertutup. Maka empat orang ini memilih jalan yang tidak biasa. Mereka naik ke atap, membongkarnya, dan menurunkan si lumpuh tepat di depan Yesus. Injil mencatat, ketika Yesus melihat iman mereka, Ia mengampuni dan menyembuhkan. Iman mereka, bukan hanya iman si sakit.
Ada orang yang tidak mampu datang sendiri kepada Tuhan. Terlalu lumpuh, terlalu putus asa, terlalu jauh. Mereka bergantung pada iman orang lain yang mau bersusah payah menggotong dan bahkan membongkar atap demi mereka. Doa kita bagi orang yang kita kasihi persis seperti itu, usaha keras untuk mengantar mereka mendekat kepada Yesus.
Bacaan pertama memperlihatkan lawannya. Bangsa Israel menuntut raja supaya sama seperti bangsa lain, menempuh jalan yang gampang dan lazim, walau itu menjauhkan mereka dari Allah sebagai Raja sejati. Ada jalan mudah yang membawa menjauh, dan ada jalan sukar yang membawa mendekat.
Hari ini, adakah seseorang yang perlu kita gotong dalam doa? Dan relakah kita membongkar atap kenyamanan kita sendiri demi mengantar dia kepada Tuhan?
Tuhan, berilah aku sahabat-sahabat iman yang mau menggotongku kepada-Mu, dan jadikanlah aku pengusung yang tak segan membongkar atap demi orang yang kukasihi. Amin.