‹ Semua renungan

Rabu, 16 Januari 2030

Lampu yang Belum Padam

Kemarin kita mendengar Hana menyerahkan Samuel kepada Tuhan. Hari ini anak itu sudah menjadi pelayan muda di rumah Allah. Dan Kitab Suci menaruh satu keterangan kecil yang mudah terlewat: lampu rumah Allah belum lagi padam, ketika Tuhan memanggil Samuel.

Belum lagi padam. Itu berarti hari sudah larut, dinihari sudah dekat, dan minyaknya hampir habis. Justru di jam yang paling sepi itulah suara Allah terdengar. Samuel bahkan mengira itu Eli, sampai tiga kali. Ia belum mengenal suara Tuhan, maka mudah salah menebak asalnya.

Kita sering begitu juga. Suara Tuhan datang di tengah kesibukan atau di jam yang lelah, dan kita menyangkanya suara lain: kebetulan, perasaan, atau orang. Butuh seseorang seperti Eli, yang lebih tua dalam iman, untuk membisikkan cara menjawab: katakanlah, berbicaralah TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.

Injil menunjukkan Yesus sendiri menjaga lampu doa-Nya. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Padahal kemarin sepanjang malam Ia menyembuhkan orang banyak. Ketika semua orang mencari-Nya, Ia justru mencari Bapa lebih dahulu.

Barangkali inilah tantangan kita. Menjaga agar lampu batin tidak padam sebelum kita sempat mendengar. Menyisihkan satu ruang sunyi, sebelum hari menyeret kita ke mana-mana, dan berani berkata seperti Samuel: bicaralah, aku mendengar.

Tuhan, jagalah lampu hatiku agar tidak padam sebelum aku mendengar suara-Mu. Ajarilah aku menjawab: bicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →