‹ Semua renungan

Minggu, 13 Januari 2030

Sebelum Berbuat Apa-Apa

Coba perhatikan bagaimana orang tua memandang bayinya. Bayi itu belum melakukan apa pun. Belum bisa membalas, belum bisa membanggakan, belum menghasilkan apa-apa. Namun ia sudah dicintai sepenuh hati, hanya karena ia ada, hanya karena ia milik mereka. Cinta itu mendahului segala prestasi.

Hari ini kita merayakan Pembaptisan Tuhan, dan ada satu hal yang mudah terlewat. Ketika Yesus keluar dari air Sungai Yordan, terdengar suara dari surga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Kalimat itu diucapkan sebelum Yesus mengajar apa pun, sebelum satu mukjizat pun terjadi, sebelum satu orang pun disembuhkan. Bapa berkenan bukan karena Yesus sudah berbuat banyak, melainkan karena Ia adalah Anak.

Betapa ini menyembuhkan cara kita berpikir. Kita terbiasa mengukur diri dari hasil. Kita merasa layak dicintai kalau berprestasi, dan merasa gagal ketika tidak menghasilkan apa-apa. Diam-diam kita memperlakukan Allah seperti majikan yang hanya senang pada pekerja produktif. Suara di Yordan itu meruntuhkan cara pandang tersebut.

Yesaya dalam bacaan pertama sudah menawarkan hal yang sama dengan bahasa pasar. Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Air kehidupan itu gratis, tidak dibeli dengan jerih payah. Sama seperti kasih Bapa, ia diberi cuma-cuma, bukan diupah.

Surat Yohanes menutup benang merah ini. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah. Melalui baptisan, suara yang sama kini diucapkan atas kita: engkau anak-Ku yang Kukasihi. Bukan karena kita sudah suci, melainkan supaya kita mulai hidup sebagai anak yang dikasihi. Baptisan bukan upah atas kebaikan kita, melainkan air cuma-cuma yang tadi ditawarkan Yesaya, dituangkan atas kita sebelum kita sanggup membayar apa pun.

Inilah dasar yang tidak tergoyahkan untuk sepanjang tahun. Sebelum kita berbuat apa-apa, kita sudah dikasihi. Segala yang baik yang kita kerjakan bukan untuk membeli cinta itu, melainkan luapan syukur karena cinta itu sudah lebih dulu kita terima.

Barangkali hari ini kita perlu berhenti sejenak dan membiarkan kalimat itu turun ke hati kita masing-masing. Bukan kalimat untuk Yesus saja, melainkan untuk kita, yang lelah membuktikan diri: engkau Kukasihi, dan kepadamu Aku berkenan.

Bapa, ajarilah aku percaya bahwa aku sudah Kaukasihi sebelum aku membuktikan apa-apa. Biarlah segala pekerjaanku lahir dari syukur, bukan dari rasa takut kehilangan cinta-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →