Sabtu, 12 Januari 2030
Kabar Baik yang Menggusarkan
Aneh tapi nyata, kabar baik tidak selalu disambut baik. Ketika di kampung ada orang muda yang tiba-tiba maju dan disukai banyak orang, tidak semua ikut senang. Ada yang diam-diam gusar, merasa tempatnya terancam. Kebaikan orang lain kadang terasa seperti ancaman bagi yang haus kedudukan.
Itulah yang terjadi ketika para majus tiba di Yerusalem. Mereka membawa kabar paling membahagiakan: Raja yang dinanti sudah lahir. Semestinya seluruh kota bersukacita. Tetapi Injil mencatat sebaliknya. Ketika raja Herodes mendengar hal itu, terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Kabar tentang Raja sejati justru membuat raja palsu ketakutan.
Herodes takut karena hatinya sudah penuh oleh dirinya sendiri. Ketika seluruh ruang batin dipakai untuk menjaga takhta, kedatangan Tuhan hanya terasa sebagai saingan, bukan sebagai keselamatan. Terang yang sama bisa disambut sebagai sukacita oleh yang rendah hati, dan sebagai ancaman oleh yang sombong.
Kita pun kadang punya Herodes kecil di dalam dada. Ada wilayah hidup yang tidak mau kita serahkan, rencana yang tidak mau kita lepas, kekuasaan kecil yang kita genggam erat. Di wilayah itulah kehendak Tuhan terasa mengganggu, bukan membebaskan.
Maka pertanyaan hari ini tajam. Ketika Tuhan datang mau menjadi Raja atas suatu bagian hidup kita, kita bergembira seperti para majus, atau gusar seperti Herodes?
Tuhan, robohkanlah Herodes kecil dalam hatiku, yang takut kehilangan takhta. Ajarilah aku menyambut kedatangan-Mu sebagai sukacita, bukan sebagai ancaman. Amin.