‹ Semua renungan

Selasa, 8 Januari 2030

Dari Nazaret

Kemarin kita mendengar Andreas menemukan Yesus dan langsung menjemput saudaranya. Hari ini rantai itu berlanjut. Filipus dipanggil, lalu ia pun bergegas mencari Natanael. Kabar baik memang begitu, ia tidak betah disimpan sendiri.

Tetapi tanggapan Natanael menggelitik. Ketika mendengar bahwa Mesias itu berasal dari Nazaret, ia menyahut ketus: mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Nazaret kampung kecil yang tidak diperhitungkan, tidak pernah disebut nabi, jauh dari pusat keramaian. Prasangka Natanael sebenarnya prasangka kita juga. Kita gampang menilai sesuatu buruk hanya karena asalnya dianggap rendah.

Filipus tidak berdebat. Ia hanya menjawab dengan ajakan yang sama dengan Yesus: mari dan lihatlah. Prasangka jarang kalah oleh perdebatan, tetapi sering luruh oleh perjumpaan. Begitu Natanael datang dan dilihat oleh Yesus, hatinya cair. Ternyata sebelum ia memanggil Filipus pun, Yesus sudah melihatnya di bawah pohon ara.

Surat Yohanes hari ini mengingatkan, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Kasih tidak berhenti pada penilaian di kepala. Ia mengajak orang datang dan melihat sendiri.

Berapa banyak orang yang sudah kita coret dari hati hanya karena asalnya, sukunya, masa lalunya, kampungnya? Injil hari ini menantang kita untuk berhenti menghakimi dari jauh, dan mulai berani berkata: mari dan lihatlah.

Tuhan, ampunilah prasangkaku yang menghakimi orang dari asalnya. Bukalah mataku untuk melihat kebaikan di tempat yang kuremehkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →