‹ Semua renungan

Sabtu, 5 Januari 2030

Yang Menetap

Di sebuah kampung, ada orang yang seumur hidup tinggal di rumah yang sama. Anak cucu datang dan pergi, tetangga berganti, jalan diaspal ulang, tetapi ia tetap di situ. Ada ketenangan khas pada orang yang menetap. Ia hafal setiap sudut, tahu di mana air merembes saat hujan, dan tidak gampang panik oleh kabar apa pun.

Surat Yohanes hari ini memakai satu kata berulang-ulang: tinggal. Apa yang telah kamu dengar dari mulanya, biarlah itu tetap tinggal di dalam kamu. Jika itu tinggal, maka kamu pun tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Iman ternyata bukan soal terus mengejar yang baru, melainkan setia menetap pada yang sejati.

Zaman ini melatih kita untuk selalu berpindah. Berita silih berganti tiap jam, tren datang dan hilang, dan hati kita ikut gelisah dipindah-pindahkan. Yohanes justru menawarkan sikap sebaliknya. Ada satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan, yaitu pengurapan yang telah kita terima, kebenaran tentang Kristus yang mengajar dari dalam.

Menariknya, Yohanes Pembaptis pun begitu. Ia berdiri di tempat yang sama, mengulang pesan yang sama, tidak tergoda menjadi Mesias palsu untuk menyenangkan orang banyak. Ia menetap pada kebenaran, walau itu membuatnya tampak kecil.

Di hari-hari awal tahun ini, apa yang menjadi rumah batin kita? Adakah satu kebenaran tentang Tuhan yang kita pegang teguh, ke situ kita selalu pulang, betapa pun ributnya dunia di luar?

Tuhan, ajarilah aku menetap di dalam Engkau. Di tengah dunia yang selalu memindahkan hatiku, jadikanlah Engkau rumah tempat aku selalu pulang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →