Senin, 31 Desember 2029
Dilihat di Bawah Pohon Ara
Di penghujung tahun, orang cenderung menimbang-nimbang diri. Terkadang muncul suara kecil yang meremehkan: dari tempat sekecil ini, dari orang seperti aku, mana mungkin lahir sesuatu yang berarti? Suara itu sudah tua usianya. Natanael pun pernah mengucapkannya tentang kampung Yesus, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Menariknya, Yesus tidak tersinggung oleh prasangka itu. Ketika Natanael datang, Ia justru memuji, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya." Natanael heran, "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus, "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Kalimat itu menggetarkan. Sebelum Natanael tahu apa-apa tentang Yesus, Yesus sudah lebih dahulu melihatnya, di saat yang paling sendiri, di bawah pohon ara. Ada Yang mengenal kita bukan dari kabar orang, melainkan dari dekat, lengkap dengan yang kita sembunyikan dan yang kita banggakan.
Menutup tahun, barangkali itulah yang paling menghibur. Bukan bahwa kita sudah menjadi orang hebat, melainkan bahwa kita dikenal dan tetap dikasihi. Dan Yohanes mengingatkan, kasih yang sejati tidak berhenti di perasaan, "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
Sepanjang tahun ini, apakah kasihku lebih banyak berupa kata, atau sungguh menjadi perbuatan?
Tuhan, Engkau telah melihatku di tempatku yang paling sendiri, dan tetap memanggilku. Bawa aku memasuki tahun yang baru dengan kasih yang nyata dalam perbuatan. Amin.