‹ Semua renungan

Selasa, 25 Desember 2029

Terang yang Tak Bisa Ditelan

Setiap orang pernah mengalami saat listrik padam di malam hari. Rumah mendadak gelap gulita, dan untuk sesaat kita kehilangan arah bahkan di ruangan sendiri. Lalu seseorang menyalakan satu lilin. Nyala kecil itu tidak menghapus seluruh gelap. Tetapi anehnya, gelap yang seluas ruangan pun tidak sanggup menelan satu titik cahaya itu.

Di situlah letak keajaiban malam Natal. Yohanes membuka Injilnya bukan dengan palungan, melainkan dengan terang. "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." Perhatikan bahasanya. Bukan terang mengusir seluruh kegelapan sekaligus, melainkan kegelapan yang tidak sanggup menguasai terang. Sekecil apa pun nyala itu, gelap kalah.

Dunia tempat Yesus lahir bukan dunia yang terang benderang. Ada penjajahan, ada bayi-bayi yang terancam, ada penginapan yang menolak. Ke dalam dunia yang gelap seperti itulah Terang datang, bukan sebagai kilat yang menyilaukan, melainkan sebagai bayi mungil di kandang. Nyala yang tampak begitu kecil sampai penguasa dunia tidak merasa perlu gentar. Justru dari yang tampak paling lemah itulah terang sejati mulai menyebar. Herodes boleh berkuasa dengan pedang dan tentara, tetapi ia gemetar hanya karena mendengar kabar tentang seorang bayi yang baru lahir.

Surat Ibrani menjelaskan siapa nyala itu. "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya." Dahulu Allah bicara sepotong-sepotong, lewat banyak utusan. Kini Ia datang sendiri. Anak itu disebut cahaya kemuliaan Allah, terang dari Terang.

Yesaya sudah menyambut kedatangan itu jauh hari, "Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai." Hari ini berita itu bukan lagi di kejauhan bukit. Ia sudah lahir, sudah di tengah kita.

Maka Natal bukan pesta orang yang hidupnya sudah terang benderang. Ia justru kabar bagi mereka yang masih berjalan dalam gelap: sudah dinyalakan satu Terang yang tak bisa dipadamkan oleh kegelapan apa pun, entah gelap dunia, entah gelap di dalam hati kita sendiri.

Di sudut mana hidupku yang paling gelap, aku perlu percaya bahwa Terang itu tetap menyala?

Tuhan Yesus, Terang sejati, Engkau lahir ke dalam gelap dunia dan gelap tak sanggup menelan-Mu. Nyalakanlah diri-Mu di ruang-ruang tergelap dalam hatiku. Selamat datang, ya Raja damai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →