‹ Semua renungan

Sabtu, 22 Desember 2029

Doa yang Lama Sunyi

Ada doa yang kita panjatkan sekian lama sampai kita nyaris lupa pernah memanjatkannya. Bukan karena tidak penting, melainkan karena terlalu sering diucapkan tanpa jawaban. Pelan-pelan kita berhenti berharap, dan doa itu berubah menjadi kebiasaan yang sunyi.

Zakharia dan Elisabet hidup dengan doa seperti itu. Mereka sudah tua, dan Elisabet mandul. Harapan akan anak tentu sudah lama mereka kubur. Maka ketika malaikat berkata, "Doamu telah dikabulkan," Zakharia justru sulit percaya. "Bagaimanakah aku tahu hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua." Ia dibuat bisu, seakan diberi waktu untuk diam dan belajar percaya kembali.

Kisah pertama hari ini bercerita serupa. Ibu Simson juga mandul, lalu dikaruniai anak yang akan menyelamatkan bangsanya. Alkitab beberapa kali memakai pola yang sama: rahim yang tertutup, penantian yang panjang, lalu kehidupan yang datang justru ketika secara manusiawi sudah mustahil.

Rupanya Allah kerap bekerja tepat di titik ketika kita menyerah. Bukan karena Ia terlambat, melainkan karena Ia ingin kita tahu bahwa hidup itu pemberian, bukan hasil usaha kita sendiri.

Doa lama mana yang sudah kutinggalkan, padahal Tuhan mungkin sedang menyiapkan jawabannya?

Tuhan, hidupkan kembali harapan yang telah kukubur. Ajar aku percaya bahwa Engkau bekerja bahkan ketika aku sudah lelah menanti. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →