‹ Semua renungan

Rabu, 19 Desember 2029

Embun dari Atas

Pada awal musim penghujan, ada pagi ketika orang keluar rumah dan mendapati segalanya basah, padahal semalam tidak terdengar hujan turun. Embun datang tanpa suara, tanpa gemuruh, membasahi rumput dan daun sedikit demi sedikit. Berkat dari langit ternyata tidak selalu datang dengan riuh.

Yesaya memakai gambar seperti itu dalam sebuah doa yang indah. "Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan." Keselamatan dilukiskan bukan sebagai serbuan, melainkan sebagai hujan yang meresap dan menumbuhkan.

Barangkali karena itulah keselamatan sering datang lebih pelan dari yang kita mau. Yohanes Pembaptis pun sempat bertanya-tanya dari dalam penjara, "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Ia menanti hakim yang menggemuruh, dan yang datang justru seorang yang menyembuhkan orang buta dan mewartakan kabar baik kepada orang miskin.

Jawaban Yesus lembut seperti embun. "Pergilah, katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan dengar." Ia tidak membela diri dengan gemuruh. Ia hanya menunjuk pada yang tumbuh diam-diam di sekelilingnya.

Apakah aku menuntut Tuhan datang dengan gemuruh, sampai buta pada karya-Nya yang meresap perlahan?

Tuhan, turunlah dalam hidupku seperti embun yang membasahi tanpa suara. Beri aku kesabaran untuk menanti karya-Mu yang bekerja perlahan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →