‹ Semua renungan

Selasa, 18 Desember 2029

Dua Jawaban

Seorang ayah menyuruh dua anaknya membantu di kebun. Anak sulung menjawab manis, "Baik, bapa," tetapi ia tidak pergi. Anak bungsu menjawab ketus, "Aku tidak mau," namun kemudian menyesal dan pergi juga. Yesus bertanya, siapa dari keduanya yang melakukan kehendak ayahnya? Jawabannya jelas: yang mula-mula menolak.

Cerita sederhana ini menohok. Kita cenderung menilai orang dari jawaban di mulutnya. Yang berkata "baik" terdengar taat, yang berkata "tidak mau" terdengar durhaka. Tetapi Allah tidak menimbang kata. Ia menimbang langkah kaki. Yang penting bukan janji yang diucapkan, melainkan kebun yang akhirnya sungguh dikerjakan.

Kemarin kita mendengar para imam kepala yang pandai berkata-kata, tetapi memilih berkelit, "Kami tidak tahu." Mereka anak sulung dalam perumpamaan ini: fasih menjawab, kosong dalam perbuatan. Sementara para pemungut cukai dan perempuan berdosa, yang hidupnya mula-mula berkata tidak, justru berbalik dan percaya.

Nabi Zefanya sudah menubuatkan umat seperti anak bungsu itu: "Suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang mencari perlindungan pada nama Tuhan." Bukan yang paling fasih, melainkan yang paling mau berbalik.

Di manakah aku berkata baik kepada Tuhan, tetapi kakiku tak pernah benar-benar melangkah?

Tuhan, jangan biarkan aku puas dengan jawaban di mulut. Beri aku hati yang mau berbalik dan tangan yang sungguh bekerja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →