‹ Semua renungan

Kamis, 13 Desember 2029

Nama yang Berarti Terang

Pertengahan Desember adalah masa ketika malam terasa paling panjang. Di banyak tempat, orang menyalakan lampu lebih awal, seakan hendak melawan gelap yang datang terlalu cepat. Tidak heran jika di hari seperti ini Gereja mengenang seorang perempuan muda bernama Lusia.

Namanya sendiri sudah berupa doa. Lusia berasal dari lux, yang berarti terang. Ia menjadi lambang cahaya kecil yang menolak padam di tengah malam yang panjang, martir yang percaya bahwa terang selalu lebih kuat daripada gelap yang mengepungnya. Dalam bahasa orang tua kita, hidupnya menjadi tanda bahwa peteng tidak pernah punya kata akhir.

Kemarin kita mendengar janji Yesaya tentang orang yang menanti Tuhan, bahwa mereka terbang seperti rajawali. Hari ini nabi yang sama berbicara lebih mesra lagi. "Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau." Perhatikan sebutan itu: cacing, ulat. Makhluk kecil, lemah, mudah diinjak.

Justru kepada yang merasa sekecil cacing itulah Allah berkata, jangan takut. Terang tidak menuntut kita menjadi besar dahulu. Cukup satu nyala kecil yang tidak mau padam, dan gelap sudah kalah di sekelilingnya.

Di bagian hidupku yang paling gelap sekarang, beranikah aku menyalakan satu nyala kecil kepercayaan?

Tuhan, Engkau menolong yang merasa sekecil cacing. Nyalakan terang-Mu dalam gelapku, dan jagalah agar ia tidak padam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →