Rabu, 12 Desember 2029
Beban yang Pas
Pedagang yang biasa memikul dagangan tahu satu rahasia yang tak tertulis. Beban berat tidak selalu paling menyiksa. Yang membuat pundak lekas luka justru pikulan yang tidak pas, yang miring, yang talinya salah pasang. Beban yang sama bisa terasa ringan atau menyayat, tergantung bagaimana ia dipasang di tubuh.
Yesus tahu betul soal ini. "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Ia tidak menjanjikan hidup tanpa beban. Ia menjanjikan kuk yang pas, yang dipasang oleh tangan yang lembut.
Banyak dari kita lelah bukan karena tugas hidup terlalu berat, melainkan karena kita memikulnya sendirian, dengan tali yang kita pasang asal-asalan: gengsi, ketakutan, keinginan mengurus segalanya. Kuk buatan sendiri itulah yang paling cepat melukai.
Yesaya menambahkan janji yang menguatkan. "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang." Kekuatan itu bukan karena beban dihapus, melainkan karena ada yang menopang.
Beban apa yang selama ini kupikul sendiri, padahal Tuhan menawarkan memasangnya bersamaku?
Tuhan, ambil alih tali yang kupasang salah. Pasangkan kuk-Mu yang enak di pundakku, dan berjalanlah di sisiku. Amin.