‹ Semua renungan

Selasa, 4 Desember 2029

Tunas dari Tunggul

Siapa pun yang pernah menebang pohon tahu pemandangan ini. Batang besar sudah rebah, tinggal tunggul yang mati di tanah. Tampaknya cerita pohon itu sudah tamat. Lalu beberapa pekan kemudian, dari tepi tunggul yang kelihatan mati itu, muncul satu tunas hijau yang malu-malu.

Yesaya melihat bangsanya seperti tunggul semacam itu. Keluarga Isai, keturunan raja Daud, dahulu pohon yang megah. Ketika nubuat ini diucapkan, kejayaan itu tinggal pangkal yang tercacah. Namun justru di situ nabi berkata, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai."

Ini cara Allah yang khas. Ia tidak menanti kita gagah dan lengkap untuk mulai bekerja. Ia justru suka mulai dari yang tampak sudah habis. Dari pangkal yang dikira mati. Dari yang kecil dan tak diperhitungkan orang.

Yesus menyuarakan hal yang sama sambil bergembira dalam Roh. "Engkau sembunyikan semuanya itu bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." Rahmat besar sering tumbuh di tempat yang paling tidak kita duga.

Mungkin ada bagian hidup kita yang terasa seperti tunggul: cita-cita yang patah, relasi yang mati, iman yang tinggal pangkal. Adven berkata, tunggul bukan akhir. Di situ pun tunas bisa keluar.

Di sudut mana hidupku aku sudah berhenti menanti tunas?

Tuhan, dari yang kukira sudah habis pun Engkau sanggup menumbuhkan hidup. Tumbuhkanlah tunas-Mu dalam diriku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →