Senin, 3 Desember 2029
Yang Diutus Jauh
Di kampung-kampung kita, kata merantau punya bobot khusus. Ia berarti meninggalkan yang dikenal, menyeberang laut, hidup di tengah orang yang bahasanya berbeda. Orang pergi demi hidup yang lebih baik, lalu pulang membawa cerita dari jauh.
Fransiskus Xaverius yang kita kenang hari ini seorang perantau macam itu, tetapi dengan alasan lain. Ia menyeberang samudra dan menghabiskan hidupnya di India, di kepulauan rempah dekat kita, sampai ke Jepang. Bukan demi rezeki, melainkan demi satu Nama yang ingin ia perdengarkan kepada yang belum pernah mendengarnya.
Paulus menjelaskan mengapa perjalanan sejauh itu perlu. "Bagaimana mereka dapat percaya, jika mereka tidak mendengar? Bagaimana mereka mendengar, jika tidak ada yang memberitakan?" Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran menuntut ada yang mau bersuara.
Kata utusan berakar pada missio, yang artinya sederhana: dikirim. Setiap orang beriman adalah seorang yang dikirim. Tidak semua harus menyeberang laut. Tetapi setiap kita ditaruh di antara orang-orang tertentu yang barangkali hanya bisa mendengar kabar baik itu lewat mulut kita.
Kepada siapa aku diutus hari ini, di rantau kecilku sendiri?
Tuhan, jadikan aku pembawa kabar-Mu di tempat aku ditaruh. Berilah aku keberanian untuk bersuara. Amin.