Sabtu, 1 Desember 2029
Perut yang Berat
Ada pengalaman tubuh yang hampir semua orang kenal. Sesudah makan besar, mata menjadi berat, tubuh minta rebah, kepala susah diajak berpikir. Orang menyebutnya kenyang yang membuat malas.
Yesus memakai gambaran itu untuk hati. "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi." Hati yang terlalu kenyang oleh urusan dunia menjadi seperti perut yang terlalu penuh. Ia mengantuk. Ia lamban. Ia tidak siap ketika sesuatu yang penting tiba-tiba tiba.
Kita mengira bahaya iman selalu dosa yang besar dan mencolok. Padahal yang lebih sering menumpulkan kita justru hal-hal wajar: pekerjaan, cicilan, rencana akhir tahun, hiburan yang tak habis-habis. Semua itu tidak jahat. Tetapi bila memenuhi hati sampai penuh, tidak ada lagi ruang untuk berjaga.
Maka Adven dibuka dengan ajakan yang sederhana. Bukan berhenti makan, bukan berhenti bekerja. Hanya menyisakan sedikit ruang kosong di dalam hati, tempat kita menanti Dia yang datang. Sama seperti tuan rumah yang menyisakan satu kursi bagi tamu yang dinanti, hati pun perlu menyediakan tempat. Kursi yang penuh tumpukan barang tidak bisa lagi diduduki siapa-siapa.
Hari ini, apa yang paling memenuhi hati kita sampai sesak?
Tuhan, ringankanlah hatiku dari beban yang tak perlu. Sisakan ruang di dalamnya untuk menanti Engkau. Amin.