Jumat, 30 November 2029
Meninggalkan Jala
Bagi nelayan, jala bukan sekadar alat. Jala adalah nafkah, warisan bapak, dan masa depan anak-anak. Merawat jala sama dengan merawat hidup keluarga. Karena itu satu kata dalam Injil hari ini terasa mencengangkan: segera. Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Simon dan Andreas sedang bekerja ketika panggilan itu datang. Tidak ada tanda dari langit, tidak ada perundingan. Hanya kalimat sederhana: mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Menarik: Yesus tidak menghapus keahlian mereka, melainkan mengarahkannya ke tujuan yang lebih besar. Penjala tetap penjala. Tangkapannya yang berganti.
Santo Andreas, yang pestanya kita rayakan hari ini, kelak dikenal justru sebagai pembawa orang kepada Yesus. Dialah yang mengantar Simon saudaranya. Dialah yang membawa anak kecil dengan lima roti dan dua ikan. Karya besarnya sederhana sekali: memperkenalkan.
Paulus dalam bacaan pertama bertanya beruntun: bagaimana orang percaya jika tidak mendengar, dan bagaimana mendengar jika tidak ada yang memberitakan? Rantai iman selalu membutuhkan kaki dan mulut. Kita masing-masing, dengan jala kita sendiri, sedang diminta ikut dalam rantai itu.
Tuhan, panggilan-Mu sering datang di tengah pekerjaanku sehari-hari. Berilah aku hati yang sigap berkata ya, seperti Andreas. Amin.