‹ Semua renungan

Senin, 26 November 2029

Dua Peser Janda

Kotak kolekte punya akustik yang jujur sekaligus menipu. Uang logam receh berbunyi nyaring, uang kertas besar jatuh tanpa suara. Telinga manusia mudah tertipu: yang riuh dikira kecil, yang senyap dikira besar.

Mata Yesus tidak tertipu. Di Bait Allah, orang-orang kaya memasukkan persembahan besar dari kelimpahannya. Seorang janda miskin memasukkan dua peser, pecahan paling kecil yang ada. Kata Yesus: janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Hitungan-Nya memang berbeda: bukan berapa yang diberikan, melainkan berapa yang tersisa. Mereka memberi dari kelebihan; janda itu memberi seluruh nafkahnya.

Daniel dan kawan-kawannya di bacaan pertama memperlihatkan logika yang sama dalam bentuk lain. Di istana Babel, di tengah kelimpahan santapan raja, mereka memilih sayur dan air demi kesetiaan kepada Allah. Kelihatannya perkara menu makan. Sesungguhnya perkara siapa yang dipertuan dalam hidup.

Allah tidak menimbang besar kecilnya pemberian kita. Ia menimbang seberapa utuh hati yang ada di dalamnya. Maka pertanyaannya hari ini: apa yang selama ini kuberikan kepada Tuhan? Sisa waktu, sisa tenaga, sisa perhatian? Atau sungguh bagian dari hidupku?

Tuhan, ajarilah aku memberi seperti janda itu: sederhana, sepenuh hati, tanpa sibuk menghitung sisa. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →