‹ Semua renungan

Sabtu, 24 November 2029

Allah Orang Hidup

Dalam kumpul keluarga besar, nama kakek dan nenek yang sudah tiada tetap saja disebut. Sifatnya diceritakan, nasihatnya diulang, resep masakannya masih dipakai di dapur. Aneh sebenarnya: mereka tidak ada di ruangan, tapi terasa hadir.

Orang Saduki tidak percaya kebangkitan, lalu menjebak Yesus dengan soal cerita: satu perempuan menikah berturut-turut dengan tujuh bersaudara; pada hari kebangkitan, istri siapakah dia? Yesus tidak terpancing hitung-hitungan itu. Ia menjawab justru dari Kitab Musa yang mereka akui: Tuhan menyebut diri Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Bukan dulu pernah menjadi Allah mereka, melainkan tetap. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.

Abraham sudah ribuan tahun berlalu, tapi Allah masih memperkenalkan diri dengan namanya. Ikatan Allah dengan manusia tidak diputus oleh kematian. Itulah keyakinan Santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawannya, para martir Vietnam yang dikenang hari ini: mereka berani mati karena yakin sedang berjalan menuju hidup, bukan menuju kehampaan.

Nama kita pun tergenggam dalam ingatan Allah. Kematian tidak akan sanggup menghapusnya.

Allah orang hidup, dalam genggaman-Mu tak seorang pun benar-benar mati. Kuatkanlah imanku akan kebangkitan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →