‹ Semua renungan

Jumat, 23 November 2029

Ditahbiskan Kembali

Kemarin kita mendengar Yesus menangisi Yerusalem dari kejauhan. Hari ini Ia masuk ke dalamnya, langsung ke jantungnya: Bait Allah. Dan air mata itu berubah menjadi tindakan. Ia mengusir para pedagang: rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.

Bacaan pertama terdengar seperti gema dari zaman sebelumnya. Yudas Makabe dan saudara-saudaranya merebut kembali Bait Allah yang telah dicemarkan, mentahirkannya, lalu mentahbiskan mezbah yang baru dengan sukacita selama delapan hari. Dari peristiwa itulah lahir perayaan tahunan yang sampai kini dirayakan umat Yahudi sebagai Hanukkah, artinya pentahbisan.

Dua kisah, satu pola: yang kudus bisa dicemarkan, dan yang tercemar bisa ditahbiskan kembali. Itu kabar baiknya. Tidak ada kondisi hati yang terlalu kotor untuk dipulihkan. Yang dibutuhkan adalah keberanian melakukan apa yang Yudas dan Yesus lakukan: masuk, mengakui kekacauannya, membersihkannya, lalu mempersembahkannya lagi kepada Allah.

Adakah sudut hidupku yang sudah lama menjadi tempat berjualan: penuh hitung-hitungan, riuh, nyaris tanpa doa? Hari ini waktu yang baik untuk pentahbisan ulang.

Tuhan, tahbiskanlah kembali hatiku menjadi rumah doa, sesudah lama kubiarkan menjadi pasar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →