‹ Semua renungan

Kamis, 22 November 2029

Air Mata di Atas Kota

Kemarin kita mendengar Yesus menutup perumpamaan tentang uang mina lalu berjalan mendahului semua orang menuju Yerusalem. Hari ini Ia tiba di ketinggian, memandang kota itu, dan melakukan sesuatu yang jarang sekali dicatat Injil: Ia menangis.

Yerusalem di bawah sana tampak baik-baik saja. Bait Allah megah, pasar ramai, ibadah berjalan seperti biasa. Tapi Yesus melihat yang tidak dilihat penghuninya: wahai, betapa baiknya jika hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu. Kota itu tidak mengetahui saat Allah melawat. Allah datang berkunjung, dan tuan rumahnya sedang sibuk.

Santa Sesilia yang dikenang hari ini adalah pelindung para pemusik. Konon di tengah riuhnya pesta pernikahannya sendiri, ia bernyanyi bagi Tuhan di dalam hatinya. Dua telinga bisa mendengar musik yang sama; hanya hati yang berjaga yang mendengar Tuhan di dalamnya. Sesilia mendengar. Yerusalem tidak.

Tuhan masih melawat sampai sekarang: lewat teguran seorang sahabat, lewat kegelisahan yang sehat, lewat orang yang tiba-tiba minta tolong. Pertanyaannya masih sama sejak dulu: waktu Ia lewat, kita sedang sibuk apa?

Tuhan Yesus, jangan biarkan Engkau lewat tanpa kusadari. Berilah aku hati yang mendengar lawatan-Mu hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →