‹ Semua renungan

Rabu, 21 November 2029

Ibu yang Melepaskan

Kemarin kita mengenang Eleazar, orang tua yang memilih mati daripada berpura-pura. Hari ini kitab yang sama menampilkan sosok yang lebih menggetarkan lagi: seorang ibu yang menyaksikan ketujuh anaknya dibunuh dalam satu hari, dan tetap berdiri menguatkan mereka.

Dengarkan kata-katanya kepada anak-anaknya: aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandunganku; bukan aku yang memberimu nafas dan hidup. Ibu mana sanggup berkata begitu di ambang kehilangan? Hanya ibu yang sejak awal tahu bahwa anak bukan miliknya, melainkan titipan Sang Pencipta. Karena itu pula ia berani berkata kepada si bungsu: jangan takut kepada algojo itu; terimalah maut, supaya aku mendapat kembali engkau bersama kakak-kakakmu kelak.

Hari ini Gereja mengenang Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Menurut tradisi, Yoakim dan Anna membawa Maria kecil ke Bait Allah dan menyerahkannya. Polanya sama: yang paling dicintai justru dipersembahkan. Dan kelak Maria sendiri akan mengulanginya di bawah salib.

Kita menggenggam banyak hal: anak, pasangan, karier, rencana. Iman tidak meminta kita berhenti mencintai semuanya itu. Iman meminta kita mencintai tanpa mencengkeram.

Bapa, semua yang kukasihi berasal dari tangan-Mu. Ajarilah aku memeluk tanpa mencengkeram, dan mempersembahkan tanpa takut. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →