‹ Semua renungan

Minggu, 18 November 2029

Talenta yang Dikubur

Minggu lalu kita mendengar sepuluh gadis dan minyak yang tidak bisa dipinjam. Hari ini Yesus melanjutkan rangkaian perumpamaan menjelang akhir itu dengan kisah tiga hamba yang dititipi harta. Kalau minggu lalu soal persediaan, minggu ini soal keberanian menjalankan.

Ada kebiasaan indah di banyak keluarga: orang tua menitipkan modal kepada anak yang mau merantau atau membuka warung. Jumlahnya mungkin tidak seberapa, tapi titipan itu berbunyi: aku percaya kepadamu. Menerima titipan semacam itu lalu menguburnya di bawah kasur adalah cara paling halus untuk menghina kepercayaan.

Talenta dalam Injil sebenarnya bukan bakat, melainkan ukuran uang yang sangat besar; satu talenta setara upah buruh belasan tahun. Tapi justru dari perumpamaan inilah banyak bahasa kemudian memungut kata talenta untuk menyebut bakat. Sejarah kata itu seperti ikut berkhotbah: kemampuan kita memang titipan.

Dua hamba pertama menjalankan uang itu dan berlaba. Hamba ketiga menguburnya. Alasannya jujur: aku takut. Dan di situlah persoalannya. Ia tidak jahat dalam arti mencuri. Ia hanya memilih aman. Tapi bagi sang tuan, aman yang mengubur adalah kegagalan: hamba yang jahat dan malas. Kata-kata sekeras itu memberi tahu kita sesuatu tentang Allah: Ia lebih menghargai usaha yang berani menanggung risiko daripada kehati-hatian yang tidak menghasilkan apa-apa.

Bacaan kedua menyebut kita anak-anak terang dan anak-anak siang. Anak terang tidak menunggu hari Tuhan dengan gemetar di bawah kasur, melainkan bekerja selagi siang. Dan bacaan pertama memberi potret hidupnya: perempuan cakap yang tangannya memegang pemintal dan sekaligus terulur kepada yang miskin. Kesetiaan yang aktif, sehari demi sehari, itulah wajah orang yang siap.

Setiap kita membawa titipan: kesehatan, waktu, kepandaian, harta, pengaruh, sekecil apa pun. Pertanyaan minggu ini bukan berapa besar titipanku, melainkan: sedang kujalankan atau sedang kukubur? Dan ketakutan macam apa yang membuatku memilih mengubur?

Tuhan, Engkau mempercayakan banyak hal kepadaku. Usirlah takutku, dan jadikan aku hamba yang berani menjalankan titipan-Mu sampai Engkau datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →