‹ Semua renungan

Jumat, 16 November 2029

Seperti Zaman Nuh

Kemarin Yesus berkata kedatangan Anak Manusia kelak seperti kilat yang memancar dari ujung langit ke ujung langit. Hari ini Ia menambahkan gambaran yang justru mengerikan karena begitu biasa: seperti zaman Nuh. Orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan. Seperti zaman Lot: membeli dan menjual, menanam dan membangun.

Perhatikan baik-baik: tidak satu pun kegiatan itu dosa. Makan, berdagang, menikah, membangun rumah, semuanya halal, bahkan baik. Lalu di mana salahnya? Pada terlenanya. Hidup berjalan begitu lancar sampai tidak tersisa ruang untuk bertanya: semua ini sedang menuju ke mana?

Rutinitas memang seperti air hangat. Nyaman, menina-bobokan. Kita bisa sibuk bertahun-tahun tanpa satu kali pun serius memikirkan arah. Ingatlah akan isteri Lot, kata Yesus. Sudah diselamatkan pun, hatinya masih menoleh ke belakang, ke kota yang seharusnya ia tinggalkan.

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya akan kehilangan nyawanya. Kalimat ini bukan ancaman, melainkan pembangun tidur: jangan sampai seluruh hidup habis hanya untuk mengamankan hidup.

Hari ini, di tengah semua kesibukan yang halal itu, sisakan satu jeda kecil untuk bertanya: aku sedang menuju ke mana?

Tuhan, bangunkan aku dari nyamannya rutinitas, supaya aku tidak kehilangan Engkau justru ketika semuanya terasa lancar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →