Jumat, 16 November 2029
Jumat XXXII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kebijaksanaan 13:1-9
Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali; dan mereka tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan, dan walaupun berhadapan dengan pekerjaan-Nya mereka tidak mengenal Senimannya. Sebaliknya, mereka mengganggap sebagai allah yang menguasai jagat raya ialah api atau angin ataupun udara kencang, lagipula lingkaran bintang-bintang atau air yang bergelora ataupun penerang-penerang yang ada di langit. Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. Jika mereka sampai dipesonakan oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu. Sebab orang dapat mengenal Khalik dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya. Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya, sebab mungkin mereka hanya tersesat, tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya. Karena mereka sibuk dengan pekerjaan-Nya dan menyelidikinya, dan mereka terharu oleh yang mereka lihat, sebab memang indahlah hal-hal yang kelihatan itu. Tetapi bagaimanapun juga mereka tidak dapat dimaafkan. Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa gerangan mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?
Mazmur Tanggapan Mazmur 19:2-5
Bacaan Injil Lukas 17:26-37
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."
Renungan
Seperti Zaman Nuh
Kemarin Yesus berkata kedatangan Anak Manusia kelak seperti kilat yang memancar dari ujung langit ke ujung langit. Hari ini Ia menambahkan gambaran yang justru mengerikan karena begitu biasa: seperti zaman Nuh. Orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan. Seperti zaman Lot: membeli dan menjual, menanam dan membangun.
Perhatikan baik-baik: tidak satu pun kegiatan itu dosa. Makan, berdagang, menikah, membangun rumah, semuanya halal, bahkan baik. Lalu di mana salahnya? Pada terlenanya. Hidup berjalan begitu lancar sampai tidak tersisa ruang untuk bertanya: semua ini sedang menuju ke mana?
Rutinitas memang seperti air hangat. Nyaman, menina-bobokan. Kita bisa sibuk bertahun-tahun tanpa satu kali pun serius memikirkan arah. Ingatlah akan isteri Lot, kata Yesus. Sudah diselamatkan pun, hatinya masih menoleh ke belakang, ke kota yang seharusnya ia tinggalkan.
Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya akan kehilangan nyawanya. Kalimat ini bukan ancaman, melainkan pembangun tidur: jangan sampai seluruh hidup habis hanya untuk mengamankan hidup.
Hari ini, di tengah semua kesibukan yang halal itu, sisakan satu jeda kecil untuk bertanya: aku sedang menuju ke mana?
Tuhan, bangunkan aku dari nyamannya rutinitas, supaya aku tidak kehilangan Engkau justru ketika semuanya terasa lancar. Amin.
Invitatorium
JUMAT IV PAGI
Pembukaan
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Fransiska Xaverius Cabrini, Perawan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Mazmur 44
Kemalangan umat Allah
Kita mengalahkan segala sesuatu ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
Ant. Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Ant. 2 Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
Ant. Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
Ant. 3 Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
Ant. Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Barukh 2:16; Daniel 9:18; Mazmur 80:20
RESPONSORIUM Matius 25:35, 40
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.
Tb 13,10-16
Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.
Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.
Mazmur 147 (147B)
Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.
Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT IV SIANG
Madah
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119),161-168
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Mazmur 132 (133)
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Mazmur 139 (140),1-9.13-14
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Bacaan singkat (Rom 12,17a.19b-21)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT IV SORE
Madah
Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.
Mazmur 144 (145) - I
Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.
Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.
Mazmur 144 (145) - II
Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.
Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Why 15,3-4
Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Bacaan Singkat (Rom 8,1-2)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Gertrudis dari Hefta
Perawan
Gertrudis lahir di Eisleben, Jerrnan pada tahun 1256. Sejak berusia lima tahun, ia diserahkan orang-tuanya kepada para suster di Hefta, Jerman Utara. Di dalam biara itu ia dibesarkan dan dididik, kemudian menjadi suster dan rupanya tidak pernah keluar dari biara itu lagi. Guru dan sahabatnya ialah Suster Mechtildis, yang kelak dinyatakan juga sebagai 'Santa'. Tentang Suster Mechtildis, Gertrudis mengatakan: "Belum pernah saya melihat, orang yang menyerupai dia di dalam biara kami ini, dan mungkin tak pernah akan ada."
Gertrudis mengenyam pendidikan tinggi dan terkenal sangat cerdas. Ia fasih berbicara bahasa Latin. Teman-temannya sebiara mengatakan bahwa dalam akal budinya tak ada suatu kesalahan dan dalam hatinya tak terlintas segumpal awan mendung kedukaan. Semuanya itu dimungkinkan oleh karena hidup rohaninya terpelihara dengan baik dalam persatuan erat dengan Kristus. Sewaktu berusia 20 tahun ia diperkenankan melihat Yesus dalam suatu penampakan. Semenjak itu ia mencurahkan seluruh jiwa-raganya pada hidup kontemplatif. Baginya, segala daya tarik pengetahuan duniawi telah terkubur dalam-dalam. Seluruh perhatiannya ia curahkan pada Kitab Suci, karya para pujangga Gereja dan perayaan ibadat. Hidupnya penuh dengan pengalaman rohani yang berturut-turut dikaruniakan Tuhan kepadanya. Banyak di antaranya dapat dibaca dalam suatu kumpulan karangan yang sebagian ditulis berdasar catatan, diktat dan hasil tulisan Gertrudis sendiri. Buku ini menyumbang banyak bagi kehidupan rohani di Abad Pertengahan. Buah pena itu amat menarik. Sebab, orang akan melihat bagaimana Gertrudis merintis penghormatan kepada Hati Kudus Yesus, yang sekarang ini sangat merata dan lazim dilakukan oleh umat Kristen Katolik di mana-mana. Itulah sebabnya Gertrudis kadang-kadang disebut juga 'Gertrudis Agung'. .
Gertrudis terkenal kebaktiannya kepada Hati Kudus Yesus dan Santo Yosef, serta tekun merenungkan sengsara Yesus. Ia sering menyambut Ekaristi Kudus," walaupun pada masa itu hal ini tidak biasa. Ia pun rajin mendoakan Jiwa-jiwa di Api Penyucian. Ia meninggal dunia pada tahun 1302.
Santo Rochus Gonzales dkk
Martir
Rochus adalah imam Yesuit pribumi dari Paraguay, Amerika Selatan yang bekerja giat di antara suku-suku Indian. Bersama dengan Bruder Alfonsus Rodriguez, ia dibunuh oleh orang-orang yang tidak menghendaki kemajuan bagi orang Indian Kristen. Dua hari kemudian, misionaris Yoanes del Castillo disiksa sampai mati lemas.