Selasa, 13 November 2029
Bersih-bersih Rumah Bapa
Menjelang tamu penting datang, rumah mendadak sibuk. Lantai dipel, kursi dirapikan, barang-barang yang tidak pada tempatnya diangkut ke belakang. Kita semua kenal naluri itu: rumah harus kembali menjadi rumah, bukan gudang.
Yesus masuk ke Bait Suci dan menemukan rumah Bapa-Nya sudah berubah fungsi. Ada lembu, kambing domba, merpati, dan meja-meja penukar uang. Semuanya atas nama melayani ibadah, tentu. Tapi pelan-pelan pasar itu menggeser doa. Maka Ia membuat cambuk dari tali dan membersihkannya: jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.
Lalu Yohanes membuka lapisan yang lebih dalam. Ketika Yesus berkata rombak Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku mendirikannya kembali, yang dimaksudkan-Nya ialah tubuh-Nya sendiri. Bait Allah yang sejati adalah pribadi-Nya. Dan sejak pembaptisan, tubuh kita pun menjadi kediaman Allah. Pesta Basilika Lateran hari ini akhirnya menunjuk balik ke dalam diri kita sendiri.
Maka baiklah bertanya seperti orang yang mau kedatangan tamu: apa yang sedang berjualan di hatiku? Kekhawatiran yang riuh seperti pasar? Hitung-hitungan untung rugi dengan Tuhan? Dendam yang menyewa tempat terlalu lama? Mana yang perlu diangkut keluar hari ini?
Tuhan Yesus, masukilah hatiku, dan usirlah apa saja yang membuatnya berhenti menjadi rumah doa. Amin.