‹ Semua renungan

Senin, 12 November 2029

Sebesar Biji Sesawi

Di dapur, hampir semua ada takarannya. Beras ditakar dengan gelas, minyak ditakar dengan sendok. Maka wajar para rasul berpikir iman pun begitu: Tuhan, tambahkanlah iman kami. Seolah iman itu cairan yang bisa dituang sampai penuh.

Jawaban Yesus membalik takaran itu. Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, pohon ara ini akan taat kepadamu. Biji sesawi itu nyaris tak kelihatan di telapak tangan. Artinya iman tidak diukur dengan literan. Iman itu benih yang hidup. Dan yang kecil tapi hidup selalu lebih kuat daripada yang besar tapi mati.

Konteksnya menarik. Permintaan tambah iman itu muncul persis setelah Yesus menyuruh mereka mengampuni orang yang bersalah tujuh kali sehari. Rupanya untuk mengampuni berulang-ulang, orang merasa perlu iman raksasa. Kata Yesus: tidak perlu raksasa. Perlu yang hidup.

Santo Yosafat, martir yang kita kenang hari ini, mati demi kesatuan Gereja. Ia pun tidak memulai dari hal besar, melainkan dari benih kecil: kesetiaan harian seorang biarawan muda di kapel yang sunyi.

Jadi jangan menunggu iman terasa besar untuk mulai taat. Mulailah menaati, maka iman itu tumbuh.

Tuhan, aku tidak meminta iman raksasa. Hidupkanlah benih kecil di hatiku, dan buatlah ia berani mengampuni hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →