Minggu, 11 November 2029
Minyak yang Tak Bisa Dipinjam
Waktu listrik padam malam-malam, baru ketahuan siapa yang siap. Ada rumah yang tenang: lilin tersimpan di laci, korek api ada di tempatnya. Ada rumah yang panik, meraba-raba dalam gelap, lalu mengetuk pintu tetangga: pinjam lilinnya, ada?
Perumpamaan sepuluh gadis hari ini adalah kisah tentang dua macam rumah tadi. Semuanya membawa pelita. Semuanya mengantuk dan tertidur, yang bijak maupun yang bodoh. Bedanya hanya satu: persediaan minyak. Ketika seruan tengah malam itu terdengar, yang bodoh baru sadar pelitanya hampir padam.
Yang mengusik kita: gadis-gadis bijaksana itu menolak berbagi. Kok pelit? Tapi coba pikirkan, minyak macam apa yang memang tidak bisa dipinjamkan? Kebiasaan doa tidak bisa dipinjam semalam. Kesetiaan yang dirajut bertahun-tahun tidak bisa dioper. Hati yang terlatih mengasihi tidak bisa dititipkan lewat orang lain. Ada hal-hal yang hanya bisa kita isi sendiri, tetes demi tetes, selagi hari masih siang.
Bacaan pertama memberi kabar baiknya: kebijaksanaan itu tidak main petak umpet. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada yang menginginkannya. Siapa bangun pagi-pagi mencarinya akan menemukannya duduk di dekat pintu. Artinya minyak itu tersedia melimpah. Persoalannya bukan langka, melainkan kita yang terus menunda membelinya.
Paulus menenangkan jemaat Tesalonika yang cemas tentang saudara-saudara yang sudah meninggal: mereka tidak tertinggal; pada kedatangan Tuhan justru mereka lebih dahulu bangkit. Maka berjaga-jaga dalam iman kristiani bukanlah hidup dalam ketakutan akan kiamat. Ia lebih mirip menantikan mempelai: ada rindu di dalamnya, bukan hanya waspada.
November berjalan menuju ujung tahun liturgi, dan bacaan-bacaan mulai berbicara tentang akhir. Pertanyaannya sederhana dan sangat pribadi: kalau seruan itu terdengar malam ini, pelitaku masih ada isinya?
Tuhan, selagi masih siang, ajarilah aku mengisi buli-buliku: doa yang setia, kasih yang terus dilatih, hati yang merindukan Engkau. Supaya waktu Engkau datang, aku siap menyongsong-Mu. Amin.