‹ Semua renungan

Sabtu, 10 November 2029

Setia dalam Perkara Receh

Di warung kecil dekat rumah ada buku catatan utang. Isinya angka-angka kecil: lima ribu, tujuh ribu. Pemiliknya mencatat dengan teliti dan menagih dengan jujur. Orang kampung percaya kepadanya justru karena urusan receh itu tidak pernah ia selewengkan.

Yesus hari ini berkata: barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Kejujuran tidak lahir mendadak saat jumlahnya besar. Ia dilatih di angka-angka kecil: uang kembalian, laporan yang jujur, janji sepele yang ditepati.

Lalu Ia menyebut Mamon. Kata Aram itu kurang lebih berarti sesuatu yang diandalkan. Uang menjadi berhala bukan karena jumlahnya, melainkan ketika kita mulai mengandalkannya melebihi Allah. Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Cepat atau lambat, satu dicintai dan satu diabaikan.

Santo Leo Agung, paus yang kita kenang hari ini, pernah berjalan keluar kota menghadang Attila demi menyelamatkan Roma. Keberanian sebesar itu tidak jatuh dari langit. Ia dibangun dari kesetiaan-kesetiaan kecil yang panjang: doa harian, pengajaran yang tekun, pelayanan yang tidak dilihat orang.

Hari ini, periksalah perkara receh kita. Di situlah ternyata iman diuji lebih dulu.

Tuhan, jadikan aku jujur dalam perkara paling kecil, supaya Engkau dapat mempercayakan kepadaku harta yang sesungguhnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →