Selasa, 30 Oktober 2029
Ragi di Sebakul Singkong
Membuat tape itu pekerjaan iman kecil-kecilan. Singkong sebakul hanya ditaburi ragi seujung jari, ditutup daun, lalu didiamkan. Dua tiga hari tidak boleh diintip terus. Dan diam-diam, tanpa suara, seluruh bakul berubah manis.
Kemarin kita melihat perempuan bungkuk berdiri tegak dan para lawan Yesus terdiam malu. Hari ini Yesus seperti merenungkan pertanyaan-Nya sendiri: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah?" Jawaban-Nya dua benda dapur dan kebun: biji sesawi yang kecil namun menjadi pohon tempat burung bersarang, dan ragi yang diadukkan seorang perempuan ke dalam tiga sukat tepung sampai khamir seluruhnya.
Dua-duanya bekerja dengan cara yang sama: kecil, tersembunyi, pelan, tetapi tidak bisa dihentikan. Kerajaan Allah jarang datang seperti pawai. Ia datang seperti ragi: satu keputusan mengampuni, satu kebiasaan doa, satu keluarga yang setia, lalu pelan-pelan seluruh adonan berubah.
Paulus memberi gambaran besarnya: seluruh makhluk mengeluh seperti sedang sakit bersalin, menantikan pembebasan. Keluhan itu bukan tanda gagal, melainkan tanda sesuatu sedang dilahirkan. "Kita diselamatkan dalam pengharapan." Maka jangan remehkan hal kecil yang sedang kita kerjakan dengan setia hari ini. Ragi tidak pernah kelihatan bekerja; hasilnya yang kelihatan.
Tuhan, taburkanlah ragi Kerajaan-Mu dalam hidupku, dan berilah aku kesabaran menanti ia bekerja. Amin.