Senin, 29 Oktober 2029
Tegak Kembali
Punggung ibu-ibu pekerja keras sering bercerita lebih jujur daripada mulutnya. Bungkuk oleh cucian, oleh gendongan, oleh tahun-tahun menunduk di sawah orang. Orang yang lama membungkuk akhirnya hanya akrab dengan tanah; langit menjadi barang mewah yang jarang dilihat.
Perempuan dalam Injil hari ini sudah delapan belas tahun hidup seperti itu: bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Ia tidak berteriak minta tolong; Yesuslah yang melihatnya lebih dulu, memanggilnya, meletakkan tangan ke atasnya. Seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Wajah yang bertahun-tahun menghadap tanah akhirnya bisa memandang wajah orang lain lagi, dan memandang langit.
Kepala rumah ibadat memprotes soal hari Sabat. Jawaban Yesus telak: lembu saja dilepaskan dari kandang pada hari Sabat untuk minum; masakan perempuan ini, keturunan Abraham, tidak boleh dilepaskan dari ikatannya?
Paulus menyebut nama ikatan yang membungkukkan banyak orang: roh perbudakan yang membuat kita takut. Lawannya adalah Roh yang menjadikan kita anak Allah, yang berseru "ya Abba, ya Bapa". Anak berdiri tegak di rumah bapaknya. Beban apa yang selama ini membungkukkan kita, dan beranikah kita membiarkannya disentuh Yesus?
Abba, Bapa, tegakkanlah punggung jiwaku, supaya aku hidup sebagai anak-Mu, bukan budak ketakutan. Amin.