‹ Semua renungan

Kamis, 25 Oktober 2029

Api yang Dirindukan

Kayu bakar di dapur tidak menyala sendiri. Harus ada yang berani menggoreskan korek, meniup pelan, menjaga nyalanya dari angin. Dan begitu api hidup, ia tidak bisa berpura-pura tidak ada: terang, panas, kelihatan dari jauh.

Kemarin kita diingatkan bahwa yang diberi banyak akan dituntut banyak. Hari ini kata-kata Yesus makin membara: "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!" Ia bahkan berterus terang: kedatangan-Nya bisa membawa pertentangan, tiga lawan dua dalam satu rumah. Bukan karena Injil menyukai perpecahan, melainkan karena api sejati tidak bisa disembunyikan. Iman yang dihidupi sungguh-sungguh kadang membuat orang serumah tidak nyaman.

Orang Jawa punya pepatah singkat: urip iku urup. Hidup itu menyala; hidup harus menerangi dan menghangatkan sekitarnya. Persis itulah api yang dirindukan Yesus: bukan api yang membakar musuh, seperti yang dulu diusulkan para murid, melainkan hidup yang terbakar oleh kasih.

Paulus menajamkan pilihannya: upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal. Tidak ada tempat untuk suam-suam. Maka periksalah hari ini: iman kita sedang menyala, atau tinggal bara yang malu-malu di balik abu?

Tuhan Yesus, nyalakanlah api-Mu dalam diriku, dan jangan biarkan aku memadamkannya demi rasa aman. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →