‹ Semua renungan

Rabu, 24 Oktober 2029

Titipan Kunci

Tetangga yang hendak bepergian jauh biasanya menitipkan kunci rumah. Kelihatannya sederhana, padahal itu kepercayaan besar: seisi rumah diserahkan kepada kita. Kunci titipan tidak boleh dipakai seenaknya. Justru karena bukan milik kita, ia menuntut kita lebih berhati-hati.

Kemarin Yesus berbicara tentang hamba yang berjaga dengan pelita menyala. Hari ini Petrus bertanya: perumpamaan itu untuk kami atau untuk semua orang? Yesus menjawab dengan cerita tentang pengurus rumah yang dipercaya tuannya, lalu menutupnya dengan kalimat yang layak digantung di dinding hati: "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut."

Kita gemar menghitung berkat sebagai milik: kesehatanku, kepandaianku, jabatanku, anak-anakku. Injil hari ini menggeser kata ganti itu: semuanya titipan, kuncinya sedang di tangan kita, dan Pemiliknya akan datang menanyakan keadaannya.

Paulus memakai bahasa yang mirip: serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran, sebab kamu telah dimerdekakan dari dosa. Merdeka bukan untuk semaunya, melainkan untuk setia. Coba hitung satu saja titipan terbesar dalam hidup kita saat ini: sudahkah ia kita urus sebagaimana Pemiliknya berharap?

Tuhan, ingatkanlah aku selalu bahwa semua kunci di tanganku adalah titipan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →