Senin, 22 Oktober 2029
Jangan Takut, Bukalah Pintu
Salam pembuka menentukan seluruh kunjungan. Tamu yang masuk sambil mengeluh membuat rumah ikut suram. Tamu yang masuk dengan wajah terang membuat tuan rumah lupa pada kursi yang reyot. Kata pertama itu bibit; ia tumbuh sepanjang percakapan.
Yesus tahu itu ketika membekali para utusan-Nya dengan satu kalimat pembuka: "Damai sejahtera bagi rumah ini." Sebelum mengajar, sebelum menyembuhkan, damai dulu yang diletakkan. Dan damai itu digambarkan-Nya hampir seperti sesuatu yang hidup: jika ada yang layak menerimanya, ia tinggal; jika tidak, ia kembali kepada pembawanya. Tidak ada yang hilang. Orang yang membawa damai tidak pernah rugi.
Yohanes Paulus II, yang kita kenang hari ini, memulai pelayanannya sebagai Paus dengan salam yang senada: "Jangan takut! Bukalah pintu lebar-lebar bagi Kristus." Kalimat itu ia bawa berkeliling dunia, ke lebih dari seratus negara, sampai tubuhnya sendiri melemah namun salamnya tidak berubah.
Kita mungkin tidak berkeliling dunia. Tetapi setiap hari kita memasuki rumah demi rumah: ruang kerja, kelas, dapur, percakapan keluarga. Kata pertama apa yang biasanya kita letakkan di sana: keluhan, gunjingan, atau damai?
Tuhan, jadikanlah kata-kata pertamaku pembawa damai bagi setiap rumah yang kumasuki. Amin.