‹ Semua renungan

Minggu, 21 Oktober 2029

Panen Raya, Pekerja Kurang

Di desa ada pemandangan yang selalu membuat hati tidak tenang: padi menguning serentak di semua petak, sementara tenaga panen tinggal sedikit. Anak-anak muda sudah merantau ke kota. Padi tidak bisa menunggu; lewat sedikit saja waktunya, bulir berjatuhan sia-sia di tanah.

Dengan mata petani seperti itulah Yesus memandang dunia: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Yang mengejutkan, kalimat itu tidak disusul perintah "maka bekerjalah lebih keras", melainkan "mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu". Urusan panen ini pertama-tama urusan doa. Tuaian itu milik-Nya, bukan milik kita.

Baru sesudah itu tujuh puluh murid diberangkatkan, dan caranya penuh makna. Berdua-dua, sebab kabar baik tidak pernah dimaksudkan menjadi pekerjaan orang yang kesepian. Tanpa pundi-pundi dan bekal, sebab pembawa damai harus ringan. Dengan salam yang sudah ditentukan: "Damai sejahtera bagi rumah ini." Bukan barang yang dijajakan, melainkan damai yang dibagikan. Kata misi memang berasal dari bahasa Latin mittere, artinya mengutus. Orang beriman pada dasarnya orang yang dikirim.

Bulan Oktober dirayakan Gereja sebagai bulan misi, dan mudah sekali kita merasa itu urusan para misionaris di tanah jauh. Bacaan pertama hari ini membongkar anggapan itu lewat satu nama yang nyaris tersembunyi. Paulus, tua dan dipenjara, menulis dengan getir: Demas meninggalkan aku, yang lain pergi ke sana kemari, pada pembelaanku yang pertama tidak seorang pun membantu aku. Lalu: "Hanya Lukas yang tinggal dengan aku." Di kalimat itu tidak ada khotbah, tidak ada perjalanan jauh, tidak ada mukjizat. Hanya seorang sahabat yang tidak pergi. Dan justru kesetiaan sunyi semacam itu membuat Paulus dapat berkata: "Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya."

Jadi ladang misi itu tidak selalu jauh. Kadang ia berbentuk rumah orang sakit yang sudah jarang dijenguk. Kadang berbentuk tetangga baru yang belum disapa. Kadang berbentuk meja makan sendiri, tempat damai sejahtera sudah lama tidak diucapkan. Tuaian di sekitar kita sudah menguning; yang kurang bukan ladangnya, melainkan orang yang mau turun ke sana.

Maka minggu ini mari kita kerjakan dua hal yang diminta Yesus. Pertama, berdoa sungguh-sungguh supaya Tuan panen mengirim pekerja, termasuk dari keluarga kita sendiri. Kedua, berangkat ke satu "rumah" terdekat dan meletakkan di sana kalimat pertama para utusan: damai sejahtera bagi rumah ini.

Tuhan yang empunya tuaian, utuslah pekerja ke ladang-Mu, dan mulailah dari aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →