‹ Semua renungan

Rabu, 10 Oktober 2029

Marah karena Pohon Jarak

Tanaman di pot depan rumah layu semalam, dan kita bisa kesal setengah hari. Padahal bukan kita yang menanamnya; ia tumbuh sendiri. Aneh memang: hal kecil milik sendiri sering lebih menggetarkan hati daripada hal besar milik orang lain.

Kemarin kita mendengar Niniwe bertobat dan Allah membatalkan hukuman. Semestinya sang nabi bersyukur; seruannya berhasil luar biasa. Yang terjadi sebaliknya: Yunus marah besar. Ia keberatan Allah terlalu pengasih kepada musuh bangsanya. Lalu Allah mengajarinya lewat sebatang pohon jarak yang tumbuh semalam dan layu semalam. Yunus sayang pohon itu. "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu?"

Kisah Yunus berhenti di pertanyaan itu, tanpa jawaban. Mungkin karena jawabannya harus kita isi sendiri.

Dalam Injil, para murid minta diajari berdoa, dan Yesus memberikan Bapa Kami. Ada satu baris yang pasti berat bagi Yunus: "ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami." Kita lancar mengucapkannya tiap hari. Tetapi adakah "Niniwe" yang diam-diam tidak rela kita lihat diampuni?

Bapa, lapangkanlah hatiku, supaya belas kasih-Mu tidak membuatku cemburu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →