‹ Semua renungan

Senin, 8 Oktober 2029

Tiket ke Arah Sebaliknya

Niniwe ada di timur. Tarsis ada di ujung barat. Ketika Allah berkata "pergilah ke Niniwe", Yunus turun ke pelabuhan dan membeli tiket ke Tarsis. Ia tidak sekadar menunda tugas. Ia memilih arah yang berlawanan persis.

Kita mudah tersenyum membaca kisah ini, sampai sadar bahwa kita sering melakukan hal yang sama. Tahu harus meminta maaf, malah makin sibuk. Tahu harus menjenguk, malah mencari alasan. Tahu harus berbicara jujur, malah menghilang. Melarikan diri jarang berbentuk kapal ke Tarsis; biasanya berbentuk kesibukan yang kelihatan wajar.

Yang menghibur dari kisah Yunus: Allah tidak melepaskan pelarian-Nya. Ia mengirim badai, mengirim ikan besar, dan memakai jalan memutar itu untuk membawa Yunus kembali ke panggilannya. Kasih yang tidak bosan mengejar.

Fransiskus dari Assisi pun awalnya berlayar ke arah mimpinya sendiri: perang, kejayaan, nama besar. Allah membelokkannya lewat sakit dan kegagalan, sampai ia berbalik arah dan menemukan sukacita yang sesungguhnya. Maka pertanyaan hari ini sederhana namun tajam: tugas apa yang sedang kita jauhi, dan kesibukan apa yang kita pakai sebagai kapalnya?

Tuhan, kejarlah aku bila aku lari, dan putarlah haluanku kembali kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →