‹ Semua renungan

Selasa, 25 September 2029

Ruang Tunggu Tabib

Lihatlah ruang tunggu puskesmas di pagi hari. Yang duduk di sana orang batuk, orang demam, orang pegal menahun. Tidak ada yang datang ke sana untuk memamerkan kesehatannya. Tempat tabib memang bukan panggung orang sehat.

Kalimat Yesus di rumah Matius berangkat dari kenyataan sederhana itu: 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.' Orang Farisi heran mengapa Guru itu makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka lupa satu hal: meja makan itu memang ruang praktek-Nya. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, kata-Nya, melainkan orang berdosa.

Pada pesta Santo Matius ini baiklah kita ingat: Gereja pun lebih mirip ruang tunggu tabib daripada etalase orang suci. Kita datang ke Misa bukan karena sudah beres, melainkan karena butuh disembuhkan. Celakanya, kadang kita bersikap seperti pasien yang sibuk mengomentari penyakit pasien lain.

Paulus menunjukkan sikap yang lebih tepat: hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar, saling membantu dalam kasih. Satu tubuh, satu baptisan, sama-sama sedang dalam pemulihan.

Penyakit apa yang mau kita akui di hadapan Sang Tabib hari ini?

Tuhan Yesus, Tabibku, aku datang bukan karena sehat; sembuhkanlah aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →