‹ Semua renungan

Sabtu, 22 September 2029

Penabur yang Boros

Petani mana yang menabur di pinggir jalan? Benih itu mahal. Petani sungguhan memilih tanah, bukan membuang benih ke batu dan semak duri. Tetapi penabur dalam perumpamaan Yesus menebar ke mana-mana: jalan, batu, semak, tanah yang baik. Boros sekali.

Justru di keborosan itu kabar baiknya. Benih itu firman Allah, dan Sang Penabur tidak pelit. Ia tidak menyeleksi dulu mana hati yang menjanjikan. Firman dijatuhkan ke semua orang, termasuk yang tampak keras seperti jalan setapak dan sesak seperti semak.

Lalu di mana letak bagian kita? Pada tanahnya. Dan inilah bedanya hati dengan tanah sungguhan: tanah tidak bisa memilih menjadi apa, hati bisa. Jalan yang keras bisa dicangkul dengan kerendahan hati. Batu bisa dipecah dengan doa yang tekun. Semak kekuatiran dan kekayaan bisa disiangi, pelan-pelan, tiap hari.

Yesus menyebut ciri tanah yang baik: mendengar firman, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan. Bukan dalam semangat sesaat, melainkan dalam ketekunan. Semangat itu hujan sehari; ketekunan itu irigasi.

Musim ini, semak apa yang paling menghimpit firman dalam hidup kita?

Tuhan, cangkullah hatiku yang keras, dan siangilah semak kekuatiranku, agar benih-Mu berbuah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →