Sabtu, 15 September 2029
Fondasi yang Tak Terlihat
Waktu banjir surut, biasanya baru kelihatan rumah mana yang dibangun terburu-buru. Temboknya sama-sama dicat rapi, tetapi yang satu retak, yang lain tetap tegak. Pembedanya tidak pernah kelihatan dari jalan: fondasi.
Yesus menutup pengajaran-Nya dengan gambar itu. Dua orang sama-sama mendengar perkataan-Nya. Yang satu melakukannya: ia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasar di atas batu. Yang lain hanya mendengar: rumahnya berdiri di atas tanah tanpa dasar. Sebelum banjir, keduanya tampak sama. Banjir itulah ujiannya.
Hari ini Gereja mengenang Santa Perawan Maria Berdukacita. Kalau ada hidup yang pernah dilanda banjir, hidup Maria itulah: mengungsi dengan bayinya, kehilangan anak di Bait Allah, dan akhirnya berdiri di kaki salib memandang Putranya menghembuskan napas. Injil mencatat hal yang mengagumkan: ia berdiri. Tidak roboh. Rumah hidupnya sudah lama digali dalam-dalam, sejak kalimat 'jadilah padaku menurut perkataanmu.'
Paulus menyebut dirinya orang berdosa yang paling utama, namun hidupnya pun kokoh, sebab dibangun di atas kesabaran Kristus, bukan di atas kehebatannya sendiri.
Hari-hari ini kita sedang menggali fondasi, atau hanya sibuk mengecat tembok?
Tuhan, seperti Maria, biarlah hidupku berdiri di atas sabda-Mu, teguh dalam duka sekalipun. Amin.